Pages

Kamis, Februari 02, 2012

Kaca Yang Berdebu



Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah-lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia tersalah
Namun janganlah lukai hatinya


Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Bercahayakan iman
 

Jalan Juang

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku
Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah al-Haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati
Berpadu dengan jiwa Rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi


Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan azzam-mu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang Haq dan pasti..!


Jalan Juang
By: Noorahmat
 

Ukhuwah, Cinta Atau Derita?

Oleh: Sa'id Rosyadi 

Seorang anak yang sedang menginjak remaja. Di sekolah bertemu dengan teman-teman seusianya. Bermain, belajar, beraktivitas, selalu bersama dalam keseharian mereka. Mereka menyebutnya persahabatan. Indah? Ya! Tapi... semu. 
 
Di kalangan para aktivis (ikhwan akhwat) hanya istilah yang menjadi pembeda. Seperti istilah-istilah lain. Kamu diganti antum, aku diganti ana, terima kasih diganti syukron. Persahabatan itu hanya berganti cover dengan istilah ukhuwah islamiyah. Selain itu? Tidak ada bedanya. Sama sekali.

Persahabatan atau ukhuwah itu terlihat manis dan indah jika dilihat dari cover luarnya. Namun realitanya, sangat menyesakkan hati. Lebih banyak cerita sakit hati daripada cinta sejati.

Di awal, memang banyak kisah indah dalam hubungan ukhuwah itu. Berdakwah bersama, berjalan bersama, mengaji bersama, dan seterusnya. Tapi di tengah jalan? Ketika badai dakwah yang sebenarnya melanda, terjadi perselisihan, terjadi salah paham, dengan mudahnya ‘kisah indah’ itu berakhir dan hanya menjadi memori masa lalu yang sering diratapi dan dirindui. Kenapa bisa begitu?

Seharusnya dari awal harus dipahami bahwa, ukhuwah itu adalah sebuah PERJUANGAN. Sedangkan kita semua tau bahwa perjuangan itu lebih banyak deritanya daripada manisnya. Atau bisa juga penderitaan dahulu baru kemudian kita bisa merasakan manisnya hasil perjuangan di akhir cerita. Tapi apa, kebanyakan orang mengharapkan lain dari urgensi ukhuwah yang seharusnya. Akibatnya, sangat mudah terjadi kefuturan iman dan ghirah hanya gara-gara masalah yang sangat sepele. Menyedihkan!

Kawan! Coba kita luruskan kembali niat dalam hati kita. Apa tujuan utama dari proses ini. Kuatkan hati kalian, tanamkan dalam pikiran kalian bahwa ketika kita memulai ikatan ukhuwah, kita punya kewajiban untuk MEMPERJUANGKAN ikatan itu sampai ke syurga kelak! Ukhuwah fil jannah

Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi di kehidupan masa mendatang. Maka, niat dari awal itu sangat penting. Apapun rintangan yang menghadang di tengah jalan, tak akan mampu menggoyahkan langkah kaki kita dalam menuju puncak perjuangan.

 

Do'a Untuk Kekasih

 

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
Dia milikku dan tercipta untukku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan antara kami

Tetapi ya Allah…
Seandainya Engkau takdirkan dia bukan untukku
Bawalah dia jauh dari pandanganku
Jauhkanlah dia dari ingatanku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan

Ya Allah…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik untukku
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat

Ya Allah kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Agar aku dan dia bisa bersama-sama dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhoi
Aamiin ya Rabbal’alamin…

***(nemu catatan ini di file-nya brother ^^)

 
Malam ini tiba-tiba terinspirasi dengan kata-kata ini:
Bila cinta harus memilih, maka ‘kan kupilih ‘tuk mencintai-Nya…^__^