Skinpress Rss

Kamis, 02 Februari 2012

Ukhuwah, Cinta Atau Derita?

0

Oleh: Sa'id Rosyadi 

Seorang anak yang sedang menginjak remaja. Di sekolah bertemu dengan teman-teman seusianya. Bermain, belajar, beraktivitas, selalu bersama dalam keseharian mereka. Mereka menyebutnya persahabatan. Indah? Ya! Tapi... semu. 
 
Di kalangan para aktivis (ikhwan akhwat) hanya istilah yang menjadi pembeda. Seperti istilah-istilah lain. Kamu diganti antum, aku diganti ana, terima kasih diganti syukron. Persahabatan itu hanya berganti cover dengan istilah ukhuwah islamiyah. Selain itu? Tidak ada bedanya. Sama sekali.

Persahabatan atau ukhuwah itu terlihat manis dan indah jika dilihat dari cover luarnya. Namun realitanya, sangat menyesakkan hati. Lebih banyak cerita sakit hati daripada cinta sejati.

Di awal, memang banyak kisah indah dalam hubungan ukhuwah itu. Berdakwah bersama, berjalan bersama, mengaji bersama, dan seterusnya. Tapi di tengah jalan? Ketika badai dakwah yang sebenarnya melanda, terjadi perselisihan, terjadi salah paham, dengan mudahnya ‘kisah indah’ itu berakhir dan hanya menjadi memori masa lalu yang sering diratapi dan dirindui. Kenapa bisa begitu?

Seharusnya dari awal harus dipahami bahwa, ukhuwah itu adalah sebuah PERJUANGAN. Sedangkan kita semua tau bahwa perjuangan itu lebih banyak deritanya daripada manisnya. Atau bisa juga penderitaan dahulu baru kemudian kita bisa merasakan manisnya hasil perjuangan di akhir cerita. Tapi apa, kebanyakan orang mengharapkan lain dari urgensi ukhuwah yang seharusnya. Akibatnya, sangat mudah terjadi kefuturan iman dan ghirah hanya gara-gara masalah yang sangat sepele. Menyedihkan!

Kawan! Coba kita luruskan kembali niat dalam hati kita. Apa tujuan utama dari proses ini. Kuatkan hati kalian, tanamkan dalam pikiran kalian bahwa ketika kita memulai ikatan ukhuwah, kita punya kewajiban untuk MEMPERJUANGKAN ikatan itu sampai ke syurga kelak! Ukhuwah fil jannah

Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi di kehidupan masa mendatang. Maka, niat dari awal itu sangat penting. Apapun rintangan yang menghadang di tengah jalan, tak akan mampu menggoyahkan langkah kaki kita dalam menuju puncak perjuangan.

 

0 comments: